Antara semua yang ada itu...
Mentari yang muncul di selah-selah gelapnya lelangit.
Dedaunan yang hijau berayun.
Bunga-bunga berlomba bermekar tebarkan keindahan & keharuman.
Burung-burung merdu dengan suaranya.
Bila mana semua yang ada itu...
Cahaya itu adalah cinta.
Angin itu adalah cinta.
Keindahan & keharuman itu adalah cinta.
Suara itu adalah cinta.
Wahai para pecinta...
Nikmati cinta yang ada.
Di pagi yang cerah benderang.
Karena sebentar lagi malam akan datang.
Senin, 22 November 2010
Perang Cinta
Biarkanlah sepi menjadi raja-raja di hati ku.
Dari pada aku menjadi bagian dari kemunafikan cinta itu.
Maka biarlah aku merantai-rantai kesepian dalam diam ku.
Karena ku tahu, ku punya cinta tanpa noda hitam.
Lebih indah ku berjalan di padang tandus.
Dari pada ku berjalan dengan mu diatas kemunafikan cinta mu.
Katakan pada kesendirian ku bahwa ku penantang mu.
Kau yang berjalan dengan nafsu cinta mu.
Dari pada aku menjadi bagian dari kemunafikan cinta itu.
Maka biarlah aku merantai-rantai kesepian dalam diam ku.
Karena ku tahu, ku punya cinta tanpa noda hitam.
Lebih indah ku berjalan di padang tandus.
Dari pada ku berjalan dengan mu diatas kemunafikan cinta mu.
Katakan pada kesendirian ku bahwa ku penantang mu.
Kau yang berjalan dengan nafsu cinta mu.
Seiring Kisah
Akan tiba waktunya...
Aku akan pergi...
Tinggalkan semua yang ada kini.
Cinta....
Kasih sayang....
Rindu....
Kebersamaan....
Hanya akan menjadi kenangan.
Yang akan abadi bersama denting waktu.
Janganlah ada sedih.
Karena itu membuat ku tersiksa.
Aku akan pergi...
Tinggalkan semua yang ada kini.
Cinta....
Kasih sayang....
Rindu....
Kebersamaan....
Hanya akan menjadi kenangan.
Yang akan abadi bersama denting waktu.
Janganlah ada sedih.
Karena itu membuat ku tersiksa.
Sabtu, 20 November 2010
Fajar Yang Indah
Mentari pagi kembali menghangatkan hidup ku.
Bunga-bunga kembali tersenyum indah.
Burung-burung bernyanyi lagu cinta.
Keindahan pagi ini bak menghidupkan jiwa ku.
Pasti awal perjalanan hidup ini akan bahagia.
Dengan hati ku yang telah mekar kembali.
Pasti akhir perjalanan hidup ini akan bahagia.
Dengan hati ku yang selalu akan bersemi sampai batas waktu.
Rindu Disini
Oh kasih...
Dengan rindu kau tusuk hati ku.
Dengan rindu kau tusuk jantung ku.
Namun kau tak ada di sini.
Oh kasih...
Kapan kau kembali pulang.
Tak akan pernah pergi lagi.
Namun kau tak akan mendengarkan asa ku ini.
Ku punya hati di sini.
Dengan cinta.
Dengan kasih sayang.
Yang masih untuk mu seorang.
Dengan rindu kau tusuk hati ku.
Dengan rindu kau tusuk jantung ku.
Namun kau tak ada di sini.
Oh kasih...
Kapan kau kembali pulang.
Tak akan pernah pergi lagi.
Namun kau tak akan mendengarkan asa ku ini.
Ku punya hati di sini.
Dengan cinta.
Dengan kasih sayang.
Yang masih untuk mu seorang.
Dawai-dawai Cinta
Ambilkan untuk ku 2 bintang itu.
Namun jangan ganggu bulan itu.
Berikan bersama jemari-jemari mu.
Pasti menerangi hati & seluruh jiwa berdua.
Tetaplah di samping ku walau dalam maya.
Dua hati kan terjaga bersama waktu tak terhenti.
Kan terhias malam ini dengan dawai-dawai melodi cinta.
Ceritakan mimpi indah dalam lelap mata tertutup.
Namun jangan ganggu bulan itu.
Berikan bersama jemari-jemari mu.
Pasti menerangi hati & seluruh jiwa berdua.
Tetaplah di samping ku walau dalam maya.
Dua hati kan terjaga bersama waktu tak terhenti.
Kan terhias malam ini dengan dawai-dawai melodi cinta.
Ceritakan mimpi indah dalam lelap mata tertutup.
Pondasi Cinta
Sembari menunggu cinta yang datang.
Ku kumpulkan bangunan rumah cinta itu.
Berpilar dengan kecintaan.
Dengan kasih sayang penutupnya.
Akan tiba kelak pada suatu hati nan penuh cinta.
Saling berbagi batin.
Mengarungi hari-hari bersama-sama.
Dalam istana cinta yang bahagia.
Ku kumpulkan bangunan rumah cinta itu.
Berpilar dengan kecintaan.
Dengan kasih sayang penutupnya.
Akan tiba kelak pada suatu hati nan penuh cinta.
Saling berbagi batin.
Mengarungi hari-hari bersama-sama.
Dalam istana cinta yang bahagia.
Kamis, 21 Oktober 2010
MERINDUNYA
Gelisah...
Tatapan malam sangat kejam.
Menghujani ku dengan air mata langit.
Terlukakah perisai hatinya...?
Oleh karena cinta.
Namun aku disini bertahan.
Masih untuk cinta.
Berharap dirinya mengerti cintaku.
Bila kau rindukan aku, pejamkan mata.
Bermimpilah tentang kita.
Ku merindunya...
Tatapan malam sangat kejam.
Menghujani ku dengan air mata langit.
Terlukakah perisai hatinya...?
Oleh karena cinta.
Namun aku disini bertahan.
Masih untuk cinta.
Berharap dirinya mengerti cintaku.
Bila kau rindukan aku, pejamkan mata.
Bermimpilah tentang kita.
Ku merindunya...
CINTA DALAM FAJAR
Kini sang fajar kian membakar jiwanya.
Bersama sayap-sayap burung patah.
Rumput-rumput yang kering.
Daun-daun layu berguguran.
Dimana letak cinta itu.
Bisakah ia temukan itu lagi.
Di kesunyian ia kini.
Seperti yang ia impikan.
Dan dalam doa terdahulu.
Bersama sayap-sayap burung patah.
Rumput-rumput yang kering.
Daun-daun layu berguguran.
Dimana letak cinta itu.
Bisakah ia temukan itu lagi.
Di kesunyian ia kini.
Seperti yang ia impikan.
Dan dalam doa terdahulu.
Sabtu, 16 Oktober 2010
Kata-Kata Indah Sang Penyair
Cinta itu, siapakah ?
Kelopak-kelopak pagi bermekaran.
Cahayanya menusuk jendela kamar.
Harum mewangi menghiasi kamar.
Indah itu semakin terasa.
Melebur kedalam tubuh.
Menyatu bersama sukmaku.
Perjumpaan tak dimana ternyata itu kau.
Kelopak-kelopak pagi bermekaran.
Cahayanya menusuk jendela kamar.
Harum mewangi menghiasi kamar.
Indah itu semakin terasa.
Melebur kedalam tubuh.
Menyatu bersama sukmaku.
Perjumpaan tak dimana ternyata itu kau.
Langganan:
Postingan (Atom)