Senin, 19 April 2010

PEMIMPIN TAK BERNYAWA.

Bila kekejaman telah berkuasa pada puncaknya.
Para nyawa pun tiada berharga lagi.
Nurani telah menjadi debu-debu yang kotor.
Seolah-olah jiwa telah mati.

Kenapa kita berdiam diri.
Oleh dunia yang di huni para pemimpin keji.
Mereka selalu tertawa & bahagia.
Di atas kesedihan & penderitaan rakyat.

Semua hanya ambisi.
Demi itu pengkhianatan & pembunuhan terjadi.
Dimana adanya sang timbangan itu.
Mungkinkah keadilan itu hanya menjadi simbol.

Haruskah rakyat terus menangis.
Haruskah rakyat terus diam.
Haruskah rakyat terus di bodoh-bodohi.
Atau para pejuang keadilan telah mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN PERGUNAKAN KOTAK KOMENTAR DENGAN BIJAK dan BERSAHABAT.
JANGAN GUNAKAN CARA SPAM,karena SPAMMER adalah PECUNDANG.
JANGAN menyertakan LINK HIDUP,karena komentar Anda akan dilaporkan sebagai SPAM dan akan DIHAPUS, Terimakasih.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Dibawah ini :